MOBILE APPLICATION SISTEM MONITORING KONDISI PASIEN SERANGAN JANTUNG BERBASIS GOOGLE MAPS DAN ANDROID

Musfirah Putri Lukman, Hendra Surasa

Abstract


Many people with heart disease who do not detect recurrent heart attacks because they do not feel chest pain, shortness of breath and cold sweat. Recorded 45% of cases in the journal Circulation America Heart Association published heart attacks that did not start with symptoms to make deaths due to heart triples. Therefore, continuous monitoring of vital signs of the body such as heart rate, breathing frequency and body temperature, especially for fast, slow and unnecessary activity functions need to reduce the risk of paralysis, coma, and even death.

The method used in mobile applications based on Google Maps and android uses a waterfall model. This application is designed with the purpose of protecting patients, especially with elderly risk factors from sudden death at the location of recurrent heart attacks by identifying the functional abnormalities of the body's vital activity in real-time that alarm the family against the alarm signals that occur in patients. A monitoring system using a microcontroller and sensors mounted on the patient will send the location of a recurrent attack of the patient with the help of google maps technology and the value of the body's vital tool will be displayed on the smartphone screen without limitation of location, distance, and time. Applications built with java programming language, and using web service and MySQL for database.

The results of this study the application has been able to display the parameter values measured by the right and can display the location of the occurrence of recurrent attacks of the heart. Techno-biomedical devices with GPS technology can also provide a quick response to the initial rescue handling of patients who suddenly experience recurrent attacks by sending alarm alerts as alarms in the form of phone calls.

Keywords: Application, Monitoring, Heart, breath and temperature

Banyak penderita penyakit jantung yang tidak mendeteksi terjadinya serangan jantung berulang sebab tidak merasakan nyeri dada, napas yang pendek dan keringat dingin. Tercatat 45% kasus dalam jurnal Circulation terbitan America Heart Association serangan jantung yang tidak diawali dengan gejala membuat kematian akibat jantung meningkat tiga kali lipat. Oleh sebab itu perlu pemantauan berkelanjutan terhadap tanda vital tubuh seperti detak jantung, frekuensi nafas dan suhu tubuh penderita khususnya untuk fungsi aktivitas yang telalu cepat, terlalu lambat dan tidak ada perlu untuk mengurangi resiko kelumpuhan, pasien koma, bahkan kematian.

Metode yang digunakan pada aplikasi mobile berbasis Google Maps dan android ini menggunakan model waterfall. Aplikasi ini dirancang dengan tujuan melindungi penderita terutama dengan faktor resiko lansia dari kematian mendadak pada lokasi serangan jantung berulang dengan mengidentifikasi kelainan fungsi aktivitas vital tubuh secara real-time yang menjadi alarm bagi keluarga terhadap tanda bahaya yang terjadi pada penderita. Sebuah sistem monitoring menggunakan mikrokontroller dan sensor yang dipasang pada penderita akan mengirimkan lokasi serangan berulang penderita dengan bantuan teknologi google maps dan nilai alat vital tubuh akan ditampilkan pada layar smartphone tanpa batasan lokasi, jarak, dan waktu. Aplikasi dibangun dengan bahasa pemrograman java, dan menggunakan web service serta MySQL untuk basis data.

Hasil dari penelitian ini aplikasi telah mampu menampilkan nilai parameter yang diukur oleh dengan tepat dan dapat menampilkan lokasi terjadinya serangan berulang jantung.  Perangkat tekno-biomedik dengan teknologi GPS juga dapat memberikan respon cepat terhadap penanganan penyelamatan awal terhadap penderita yang tiba-tiba mengalami serangan berulang dengan mengirimkan tanda bahaya sebagai alarm dalam bentuk panggilan telepon.

Keywords: Aplikasi, Monitoring, Jantung, Nafas dan Suhu


Full Text:

PDF

References


A. Ahmad Ilham, M. Niswar, A.Achmad, T. Waris, E. Palantei, “Pengembangan Sistem Pemantauan Kesehatan Pasien Menggunakan Sensor Nirkabel”, E-Indonesia Initiatives (ell-forum), Institut Teknologi Bandung ICT For Smart Society | Think Ecosystem Act Convergence, Bandung, 2013.

Aritonang, Steven R.M.C., “Pembangunan Early Warning Security Syste Menggunakan Arduino Berbasis Android pada Mobil”, Skripsi, Universitas Komputer Indonesia, Bandung, 25 agustus 2016.

Buyens Jim, “Web Database Development”. Jakarta: Elex Media Komputindo,

Cameron, John. 1999,“Physics of the Body”, Second Edition, Medical Physics Publishing. Terjemahan Dra. Lamyarni I. Sardy, M.Eng., “Fisika Tubuh Manusia”, Cetakan 1, Sagung Seto, Jakarta, 2006.

Dwi Septiani, Anita.,. “Perancangan Alat Pemantau Kondisi Kesehatan Manusia”, Skripsi, Universitas Negeri Malang, Malang, 2015.

E. Palantei, D. Utami, A.E.A Febriano, M. Agus. U. Umar, M. Baharuddin and Andani A, “A. 2.5 GHz Wireless ECG System for Remotely Monitoring Heart Pulses”, accepted or presentation at IEEE Antenna and Propagation Society (APS) Symposium/URSI/USNC Meeting, , Chicago, IL, USA, July 8-14, 2012.

Halbower, A.C., “Pediatric Home Apnea Monitor” Coding, Billing, and Updated Prescribing Information for Practice Management, Chest, Official Journal of the American College of Chest Physicians134;425-429, 2008.

Kasron, “Kelainan dan Penyakit Jantung”, Yogyakarta, Nuha Medika.

Kurniawan, Adi Dwi, “Alat Pendeteksi Suhu Berbasis Mikrokontroler”, Skripsi, Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Jevon, Philip and Beverley Ewens, “Monitoring the Critically Ill Patient Second Edition”, Blackwell Publishing. Terjemahan dr. Vidhia Umami. 2009. “Pemantauan Pasien Kritis”, Cetakan 1, Erlangga, Jakarta, 2007.

N. Safaat, “Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC Berbasis Android”, Bandung: Informatika., 2011.

Pearce, Evelyn,”Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000.

Purba dan Siregar, “Membongkar Teknologi Pemograman Web Service”,Bandung: Gava Media, 2012.

Silvestri, J.M., Lister, G., et al,., “Factors That Influence Use of a Home Cardiorespiratory Monitor for Infants”, Arch Pediatr Adolesc Med. 159:18 24, 2005.

S. Shedge and A. Kale, “Remote Patient Monitoring Network Cluster”, Proceedings of the 2nd Makassar International Conference on Electrical Engineering and Informatics (MICEEI), pp.55-58, 27-28 October 2010, Makassar Golden Hotel (MGH), Makassar, South Sulawesi, Indonesia.

Syahwil, Muhammad., “Panduan Mudah Simulasi dan Praktek Mikrokontroler Arduino”, Yogyakarta, Andi Offset, 2013.

Ulfah, A.,. Gejala Awal dan Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner. http://www/pdpersi.co.id. diakses Nopember 2008, 2000.

Werner, David and Carol Thuman., “Where There is No Doctor. Hesperian Foundation”, USA, Terjemahan Prof. Dr. Januar Achmad, M.Sc., Ph.D. 2010, “Apa yang Anda Kerjakan bila tidak ada Dokter”, Cetakan 1, Andi Offset, Yogyakarta, 1980

Yayasan Jantung Indonesia, Apakah Penyakit Jantung Itu , http://id.inaheart.or.id/?p=3 22-03-2010




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/klik.v4i2.97

Copyright (c) 2017 KLIK - KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.joomla
counter View My Stats